Sunday, February 28, 2016
Friday, January 29, 2016
Tuesday, January 26, 2016
Friday, December 11, 2015
Narasi SIMPOSIUM GURU NASIONAL 2015 - Jidint
PELUANG 1 : 3.366
Berawal dari
panggilan telepon Kabag Kepegawaian Dinas Pendidikan, Dra. Najasi yang terkesan
sangat mendadak, aku mendapat sebuah tantangan besar untuk menjadi peserta
Simposium Guru 2015. Naskahku yang sempat terbengkalai dengan semangat
kuselesaikan sebab tenggat waktu tinggal dua pekan. Untunglah karya ilmiah itu
sudah selesai separuhnya.
Tiga hari
kemudian, naskah itu berhasil ku-upload
ke dalam web panitia. Awalnya aku tidak terlalu berharap untuk lolos seleksi,
250 orang! Karena kuyakin pesertanya pastilah ribuan. Terbukti aku menjadi peserta
ke-2.000 sekian-sekian. Tetapi yang membuatku lebih pasrah lagi adalah panitia
mendasarkan penilaiannya 60% naskah dan 40% pilihan pengunjung web (penyuka
tanda bintang). Huh! Aku kesal dan mendongkol dengan syarat 40% itu! Puluhan
kali aku mengikuti lomba karya ilmiah tingkat nasional, baru kali ini sangat
aneh syarat seleksinya.
Walhasil, aku
tidak dapat menghindar, tentu saja! Akhirnya aku membuat selebaran untuk
mencari dukungan, setidaknya dari siswa-siswiku, baik secara langsung maupun
melalui pengurus OSIS dan sejawat guru. Terus terang, aku sangat malu. Maluuuu
banget amat sekali! Soalnya, aku takut malah nantinya malu-maluin, kalau tidak
lolos!
Untunglah,
akhirnya aku berhasil meraih bintang sekitar 200-an. Tapi, aku masih apatis
sebab banyak peserta yang sudah ribuan bintangnya, bahkan ada yang mencapai 4.000
lebih. Wow hebaaaaat! Syukurlah, jauh di lubuk hatiku yang paling dalam aku
tetap menyimpan setitik harapan dan segunung do’a selalu terpanjatkan ke
hadirat Ilahi Robbi.
Singkat
cerita, ya disingkat, sebab ternyata waktu menunggu pengumuman yang hanya
sepekan rasanya seakan berbulan-bulan lamanya. Ternyata pada hari yang dijanjikan,
waktu bergulir terasa jauh lebih lama. Detik demi detik berganti seakan dalam
gerakan lambat hingga seperti sejam rasanya. Aku menunggu, setiap saat membuka
web dan akun facebook panitia. Namun hingga lewat pukul 23.59’.59” WITA pengumuman
itu tidak ada. Aku belum tidur. Aku menunggu hingga satu jam lagi dengan
harapan patokan waktu WIB yang dijadikan batas waktu. Ternyata panitia
mengabarkan bahwa pengumuman ditunda hingga esok hari. Terus terang, hatiku
semakin mendongkol dan juga mulai curiga. Apalagi komen para peserta di
facebook mulai rada-rada aneh dan seakan mengajukan mosi tidak percaya. Namun
aku masih tetap berharap dan mengomentari secara positif di facebook.
Singkat
cerita lagi, waktu terasa makin melambat, lebih pelan daripada gerakan lambat.
Akhirnya, pada ba’da isya keesokan harinya, aku membuka akun facebook panitia.
Rupanya, pengumumannya belum juga dimuat! Huh! Rasa sebal makin membuncah.
Akhirnya aku berbaring untuk tidur saja. Untunglah aku tidak pernah bermasalah
dengan yang satu ini, tidur. Tentu saja aku tak ingat lagi pukul berapa aku
berhasil tidur, pokoknya aku tertidur pulas tanpa rasa gelisah (teman yang tahu
pastilah tidak heran dengan kelebihanku yang satu ini).
Ba’da subuh,
esok harinya lagi. Aku membuka akun facebook yang baru dua hari terakhir sangat
aktif kubuka. Aku hanya membaca komen dari akun Om Thamrin: “selamat
bersimposium”. Alhamdulillah, aku
berucap. Meskipun aku belum melihat pengumumannya tentu saja aku yakin bahwa
aku lolos seleksi. Dengan semangat yang menyala, aku mencari pengumuman
resminya. Sayangnya, passwordku di web panitia terlupakan. Maka kucarilah dari
akun facebook panitia, dan berhasil. Kulihat namaku terdaftar di nomor urut 133.
Sayangnya hanya dua orang dari Luwu Raya, berdua dengan Ibu Nur Amaliah, S.Pd.
dari SMKN 1 Terpadu Bua Ponrang (selamat ya Bu).
Sekali lagi,
singkat cerita. Alhamdulillah, 21
November 2015 aku sampai dengan selamat di sebuah hotel di bilangan Mampang
Prapatan, Jakarta. Walaupun panitia terkesan belum siap, namun akhirnya aku
berhasil mendapatkan kamar di lantai 3, berdua dengan Pak Rubiman, S.Pd.,M.Pd.,
seorang pengawas dari Lombok Timur, NTB. Itupun setelah berpromosi bahwa aku
mencari pasangan lalu beliau menyambutku untuk menjadi teman sekamar. Siang
hingga sore itu belum ada kegiatan resmi. Malam harinya, kami berkumpul di
Ballroom untuk pembukaan dan pembagian kelompok presentasi karya. Aku bertemu
dengan sejumlah guru senior yang pernah beberapa kali kami satu acara lomba
ataupun pelatihan sebelumnya. Sejatinya, nyaliku mulai ciut juga. Tapi
kuyakinkan diri bahwa aku juga bukan guru biasa, pede aja lagi, selangit! Aku
berhasil menjadi satu di antara 250 orang dengan total jumlah peserta 3.366
orang, menurutku itu sudah luar biasa. Peluang 1 : 3.366 berhasil kuraih!
Keesokan
harinya, tepat pukul 08.00 WIB, sesuai jadwal kami telah berada di kelompok
masing-masing untuk tampil menyajikan karya. Namun rupanya beberapa waktu
kemudian, masalah mulai muncul. Panitia menyatakan bahwa hanya 60 orang terbaik
yang akan presentasi, sisanya hanya menjadi pendengar, termasuk aku! Padahal
sebelumnya, melalui web dan pengumuman dinyatakan bahwa 250 orang tersebut
adalah pemenang dan akan menyajikan karya serta mendapat hadiah. Makanya aku,
termasuk sebagian besar peserta lain membawa alat peraga hasil inovasi
masing-masing untuk ditampilkan. Awalnya, acara berjalan hingga siang hari
dengan agenda mendengarkan 60 peserta saja. Hasilnya, pada sesi berikutnya
banyak peserta tidak hadir sebab tidak menjadi penyaji. Aku dan Pak Rubiman
tetap antusias, kami duduk di bagian depan. Menurutku, gagal menjadi penyaji
akan lebih buruk bila tidak mendapat tambahan ilmu dan pengalaman dari peserta
lain. Keanehan berikutnya yang kuketahui, ternyata beberapa peserta berhasil
lolos seleksi walaupun tanda bintangnya sedikit dan bahkan nol! Yah, begitulah,
rezeki tak bakalan tertukar, hiburku dalam hati. Sejak muncul komen di facebook
memang aku pun membalasnya bahwa meskipun nol tanda bintangnya jika lolos
pastilah karyanya terbilang luar biasa. Itu wajar kan?
Siang hari,
pukul 13.48 WIB, tak disangka ternyata Pak Anies Baswedan, Mendikbud datang
berkunjung. Saat masuk ke kelompok kami dan duduk di belakang, sejumlah peserta
menghampiri beliau untuk berfoto. Pak Rubiman pun tak mau ketinggalan momen
langka itu. Aku hanya sempat menengok ke belakang tapi tidak beranjak dari kursi.
Sejatinya akupun ingin berfoto dengan menteri hebat itu, tapi aku lebih memilih
mendengarkan presentasi Ibu Wahyu Ratnawati, guru SD Cemara Dua No. 13
Surakarta, Jawa Tengah.
Ternyata di
balik layar terjadi kasat kusut setelah kedatangan Pak Anies. Banyak peserta
yang menyampaikan keluhan dan protes tentang gagalnya sebagian besar peserta
untuk presentasi padahal mereka telah bersiap (terima kasihku untuk itu). Akhirnya
panitia menyampaikan bahwa semua peserta akan tampil dan kelompok dibagi
menjadi lima. Malam harinya setelah aku tampil, tiba-tiba Pak Dirjen Guru dan
Tenaga Kependidikan, Sumarna Surapranata, Ph.D. datang ke ruangan di kelompok
kami. Awalnya sih aku tak mengenal beliau apalagi baru beberapa bulan menjabat.
Setelah sekat-sekat ruang dibuka, peserta diminta untuk masuk dan sebagian
besar berdiri di bagian belakang dan pinggir ruangan. Pak Dirjen menyampaikan
bahwa semua guru yang datang di acara ini adalah pemenang. Setiap orang akan
menerima hadiah berupa laptop dan dana pembinaan. Tentu saja kami semua
kegirangan. Alhamdulillah. Hanya saja,
menurut beliau sementara ini laptop baru tersedia 90 buah sehingga peserta dari
luar Jawa yang didahulukan. Apabila peserta luar Jawa lebih dari 90 orang maka
pembagian laptop tersebut dilakukan dengan undian. Laptop bagi peserta lain
akan dikirimkan sekitar bulan Februari dan Maret langsung ke sekolah
masing-masing.
Saat itu, aku
yang tepat duduk di hadapan Pak Dirjen langsung ditunjuk beliau mendapat amanah
untuk menjadi ketua dan penanggung jawab pembagian laptop tersebut. Sejatinya
aku sangat terkejut dan tak menyangka sama sekali. Sempat pula Pak Dirjen
memperlihatkan alat peraga sederhana ciptaanku sebagai sebuah karya kreatif. Aku
diminta untuk mendaftarkan karya itu ke HAKI. Aku sempat besar kepala, manusiawi
kan? Malam itu, hati kami terutama guru dari luar Jawa sangat berbunga-bunga.
Peserta dari Jawa masih was-was dan berkali-kali memintaku untuk memperjelas
janji Pak Dirjen. Bahkan mereka mendesakku untuk meminta hitam di atas putih
atas janji tersebut. Aku memahami keraguan teman-teman tersebut, namun panitia
berhasil meyakinkan mereka bahwa janji Pak Dirjen adalah janji pejabat yang
tentu saja akan menjadi bumerang apabila tidak dipenuhi. Malam itu, kami
mengikuti acara presentasi hingga pukul 01.00, bahkan ada kelompok yang puluhan
menit lebih lama.
Keesokan
harinya, setelah sholat subuh, seperti yang diminta oleh panitia, usai sarapan kami
sudah berada di lobby hotel dengan pakaian batik untuk mengikuti acara di
Istora Senayan. Kami meninggalkan hotel sekira pukul 06.15 WIB dengan lima buah
bis besar. Setiba di Istora Senayan, kelompok kami, Simposium Guru (250 orang)
menuju pintu masuk yang masih berpagar rapat. Saat itu aku bertemu lagi
beberapa orang guru yang pernah bertemu di berbagai lomba sebelumnya. Mereka
bukan dari kelompok kami tetapi dari berbagai acara lainnya seperti Lomba
Inovasi Pembelajaran SMP, P4TK IPA, P4TK Bahasa, Guru Berprestasi, Lomba
Kreativitas Guru, dan lain-lain deh. Akhirnya kami harus masuk lewat pintu
utama yang ternyata mulai sesak. Nyaris setengah jam baru aku berhasil masuk ke
bagian belakang deretan kursi utama.
Acara inti
hari itu adalah pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan.
Selanjutnya para guru dari berbagai unsur disajikan materi dokumenter,
motivasi, dan hiburan berupa lagu dan tari. Pada bagian akhir acara, para guru
dibagi berdasarkan kelompok dan masing-masing mengikuti penyajian materi
terpilih di tempat terpisah. Kami dari kelompok Simposium Guru tetap berada di
ruang utama untuk menyaksikan 10 penyaji terbaik. Sayang sekali aku tidak
termasuk kategori dari kelompok ini. Selesai acara, kami berdesakan menuju
panggung utama untuk mengambil gambar. Aku dihampiri teman, Amirullah, M.Pd.
dari SMP Khusus Jeneponto. Diperlihatkannya padaku label bertulis Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan. Label itu bekas ditempelkan di kursi Pak Anies
Baswedan. Terus terang aku merasa kecolongan, biasanya aku yang agresif
mengumpulkan label seperti itu. Aku merasa kalah. Untuk pengobat hati, aku
ambil label kursi Dirjen Dikdasmen. Menjelang ashar, aku pun meninggalkan Istora
Senayan menuju bis.
Keesokan
harinya, pukul 06.00 WIB lewat beberapa menit bis kami telah meninggalkan hotel
menuju Istora Senayan. Hari itu kami tampil berbeda, baju putih dengan bawahan
hitam. Banyak teman yang berpakaian sangat parlente, sangat rapi. Aku cuma
menirukan gaya Pak Jusuf Kalla, kaki baju di luar dengan lengan baju digulung
di tengah hasta. Santai. Kami berdesakan masuk melalui pintu berbeda dengan
kemarin. Terpaksa kelompok kami harus mengalah dari guru berprestasi yang
memang kompak dan tertib. Akhirnya aku dan beberapa teman berhasil masuk ke
ruang utama Istora Senayan. Cukup lama kami berada di ruangan itu. Kami
menyempatkan diri mengabadikan momen itu termasuk ber-selfie ria. Namun
tiba-tiba, terdengar pengumuman bahwa semua guru yang sudah berada di dalam
gedung harus keluar dan memberikan waktu bagi Paspampres melakukan sterilisasi
untuk kedatangan presiden.
Aku tidak
menunggu pengumuman itu diulangi. Aku langsung keluar dan menuju pintu masuk
lalu mengambil posisi antri di bagian terdepan di dekat detector dan scanner
Paspampres. Kami menunggu sekitar 40 menit sebelum akhirnya antrian masuk satu
persatu melalui detector. Tentu saja
aku yang masuk paling dahulu. Aku bergegas menuju ruang utama dan mencari
posisi strategis di bagian tengah di belakang kursi kehormatan. Meskipun sudah
banyak guru yang mendahuluiku, namun aku mendapat posisi yang cukup bagus atas
pertolongan seorang ibu guru dari Palu (maaf namanya kulupa). Tak lama
berselang, Pak Anies Baswedan serta sejumlah menteri dan undangan kehormatan
lainnya mulai memasuki ruang utama.
Selang
beberapa puluh menit kemudian, Pak Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia
memasuki ruang utama Istora Senayan dan sekaligus tempat Peringatan Hari Guru
Nasional, 24 November 2015. Acara inti antara lain adalah pidato Mendikbud lalu
pemberian penghargaan bagi pemateri terpilih dan pemenang berbagai lomba ilmiah
guru (terus terang lagi, aku cemburu). Acara lainnya adalah pemberian tanda
kehormatan bidang pendidikan bagi perwakilan guru dan pidato oleh Presiden
Jokowi (aku semakin cemburu). Pada acara tersebut, panitia juga menghadirkan
sejumlah guru Pak Jokowi saat mengenyam pendidikan di SMP dan SMA. Usai
berpidato, Pak Jokowi menyalami satu persatu guru beliau sebelum berfoto
bersama dan kembali ke tempat duduknya. Uniknya, kursi yang diduduki oleh
presiden dan pejabat lainnya adalah kursi yang sama dengan kursi undangan khusus,
bukannya sofa mewah. Perbedaannya dengan kursi kami (undangan biasa) hanya
karena kursi mereka berbungkus kain putih seperti halnya di pesta pernikahan. Sementara
kursi kami tanpa pembungkus.
Seusai acara,
presiden menghampiri para undangan untuk berjabat tangan. Tentu saja terjadi
kerumunan yang padat, semua hendak berebut. Awalnya aku tidak tertarik untuk
ikut berjubel. Namun karena mengingat amanah dari sejumlah rekan guru dan siswa
SMA Negeri 3 Palopo yang berpesan untuk menyampaikan salam mereka bagi presiden,
akhirnya aku berdiri dan nekat juga, apalagi memang beliau menuju ke arah
tempatku duduk. Awalnya aku hanya hendak ber-selfie dari jauh dengan Pak Jokowi
namun dilarang oleh Paspampres. Akhirnya aku menunggu momen yang tepat dan
berhasil berjabat tangan dengan Pak Jokowi. “Kiriman salam dari Palopo, Pak!”
ujarku saat itu. “Oo… Palopo,” jawab Beliau. Entah apa maksudnya dengan jawaban
itu. Ah, aku tak mau ambil pusing, yang penting amanah sudah kupenuhi buat
sejawat guru dan siswaku. Beberapa detik kemudian aku menjauh memberi
kesempatan bagi yang lain. Lalu aku nekat, aku ber-selfie dengan Pak Jokowi di
belakangku. Wow…… berhasil!
Entah berapa
lama, Pak Jokowi pun berhasil keluar dari kerumunan lalu menghilang ke pintu
VVIP. Akhirnya aku dan banyak peserta lainnya menuju panggung untuk berfoto
bersama dan ber-selfie ria. Lalu di antara kerumunan orang, kudekatilah kursi
Presiden dan kursi Mendiknas yang tentu saja memang berdampingan. Tak lama
kemudian, tak sengaja aku bertemu dengan Pak Amirullah, M.Pd. di depan
panggung. Lalu secara diam-diam kuperlihatkanlah dua label istimewa berlogo
garuda yang kulekatkan di bagian dalam tasku. Ha… aku puas telah membalas
“dendamku” padanya! Aku tahu ia terdiam dengan senyum misterius. Kemenangan
telak bagiku. Maaf Pak Amirullah, agak lebay nih!
Hari itu dan
kemarin, aku sempat bertemu dan berfoto dengan keluarga besarku yang juga mengikuti
acara lomba. Aku bertemu dengan Tante Lia, Tante Evie, dan Adik Aan. Sayang sekali
aku tidak sempat bertemu dengan Om Kadir dan Om Sidin.
Singkat
cerita lagi, kami tiba di hotel saat matahari telah condong ke barat. Sore itu
aku dihubungi oleh panitia agar menyiapkan nama-nama penerima 90 buah laptop.
Terus terang aku sudah siapkan namun ada beberapa penyesuaian yaitu aku
mengutamakan rekan guru yang berasal dari provinsi atau pulau jauh. Namun
ternyata aku melakukan kekeliruan sebab dari 24 orang guru dari Sulawesi
Selatan, aku hanya menjatahkan 10 laptop dan itupun untuk guru yang jauh dari
Makassar dan Gowa. Walhasil, pada malam penyerahan laptop tersebut, sejumlah
teman guru dari Makassar, Gowa, Pangkep, Parepare, dan Soppeng mengajukan protes
kepadaku. Puluhan kali aku meminta maaf atas kesalahan yang kulakukan. Aku
terdesak dan tak menyangka akan jadi kacau begitu. Namun akhirnya diputuskan
bahwa laptop yang menjadi bagianku diserahkan ke F (maaf sengaja disingkat),
guru dari Soppeng yang memang ngotot. Malam itu, aku gelisah dan agak susah
tidur.
Namun
rupanya, benarlah bahwa rezeki tak pernah tertukar. Alloh telah menentukan dan
tak ada yang dapat mengubahnya. Keesokan harinya, hari terakhir, aku mendapat
telepon dari Pak Husni, guru dari Soppeng. Pak Husni menyampaikan bahwa F
meminta maaf atas kejadian semalam dan bermaksud untuk menyerahkan kembali
laptop itu kepadaku. Aku bertemu langsung dengan Pak Husni di lantai dua, dia
menjelaskan dengan lengkap mengapa F akhirnya mau menerima kenyataan bahwa ia
harus menunggu kiriman laptop bagiannya sendiri. Menjelang siang, aku menuju
kamar Pak Husni di lantai lima dengan pertolongan petugas hotel. Memang setiap
kartu kunci kamar hanya dapat dipakai di lantai sesuai posisi kamar setiap
penghuni. Jadi penghuni tidak bisa bebas menuju kamar di lantai lain. Di kamar
Pak Husni yang rupanya juga menjadi kamar F, aku mengambil laptop hadiahku
setelah mengobrol beberapa saat.
Hari itu, aku
menikmati makan siang terakhir lalu meninggalkan hotel menuju Bandara
Soekarno-Hatta. Namun karena salah mengambil metromini, aku tersesat ke
terminal Kampung Rambutan. Keadaan itu tak kusia-siakan, aku naik ojek menuju
Gang Mandor Hasan di mana dua orang adik kandungku dan keluarga menetap. Aku
berhasil menemui Adik Diah yang tentu saja sangat terkejut, namun gagal bertemu
Adik Sirun yang masih di kantor. Aku bertemu dengan beberapa anak mereka. Menjelang
pukul 15.00 WIB aku naik Gojek kembali ke terminal lalu naik Damri menuju
bandara.
Aku
senantiasa berucap syukur, alhamdulillah.
Tak lupa kuucapkan terima kasih buat seluruh pendukungku (he eh, kayak pilkada
saja). Juga beribu maaf dan berjuta terima kasih buat sejawat guru dari
Sulawesi Selatan yang belum saatnya menerima laptop secara langsung atas kebesaran
hati dan segala pengertiannya. Terima kasih but Pak Husni. Terima kasih banyak buat Pak Rubiman atas segala arahan dan saran serta pengalaman yang dibaginya. He-eh, terima kasih juga atas bajunya yang tertinggal, padahal sudah kuingatkan untuk periksa lemari pakaian saat masih di kamar hotel. Terima kasih buat semuanya, mari tetap semangat. (Jidint)
Mujahidin Agus, S.Pd.,M.Si.,M.Pd.
Guru geografi SMAN 3 Palopo
Wednesday, November 11, 2015
TEACHER SUPERCAMP 2015
GURU MENULIS ANTIKORUPSI
Catatan
Kecil dari KPK Teacher SuperCamp 2015
Salah satu peran Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah sebagai lembaga yang ditugaskan untuk
melakukan tindakan-tindakan pencegahan tindak pidana korupsi sesuai dengan
amanat Undang-Undang No. 30/2002 Pasal 6 huruf (d). Upaya yang dilakukan KPK
untuk menjalankan tugas tersebut antara lain melalui kerjasama dengan para
pendidik melalui penulisan literatur antikorupsi.
Pada tanggal 2 – 6 November 2015
lalu, KPK menyelenggarakan pelatihan berupa Teacher SuperCamp dengan tema Guru
Menulis Antikorupsi. Peserta pelatihan sebanyak 25 orang guru yang berasal dari
seluruh Indonesia. Peserta terpilih setelah melalui seleksi naskah berupa
cerpen, puisi, essai, naskah drama, dan komik yang dilakukan oleh tim juri
profesional yang independen. Setiap kategori naskah dipilih masing-masing lima
orang guru yang dilatih untuk menghasilkan karya terbaik yang akan diterbitkan
oleh KPK sebagai salah satu upaya untuk memperkaya literatur antikorupsi.
Penulis yang termasuk peserta dalam kelompok cerpen adalah satu-satunya peserta
dari Provinsi Sulawesi Selatan. Semua biaya transportasi dan akomodasi
ditanggung oleh panitia yang ditangani oleh ProVisi Education. Para peserta
dibekali dengan sejumlah buku material, kaos seragam, jaket seragam, dan
cindera mata.
Pada hari pertama, para peserta
disambut dengan hangat di ruang Konferensi Pers di Kantor Pusat KPK. Acara pembukaan
diisi dengan Seminar bertema “Membangun Generasi Jujur dan Berkarakter Melalui
Literasi Antikorupsi.” Para pembicara adalah Adnan Pandu Praja (Pimpinan KPK)
dan Taufik Hanafi (Staf Ahli Kemendikbud). Turut juga memberikan ulasan dan
catatan adalah Gol A Gong (penulis/mentor) dan Dewi Utama Faiza (Koordinator
Tim Literasi Kemendikbud). Seusai seminar dan pelepasan maka para peserta diantar
menuju Lembang - Jawa Barat yang menjadi lokasi Teacher Supercamp. Tentu saja
foto bersama menjadi acara penting sebelum keberangkatan ke Lembang. Perjalanan
lebih dari empat jam tidak terasa sebab para peserta sangat bersemangat. Para
peserta mengikuti kegiatan di SanGria Resort & Spa. Setiap peserta kembali
mendapat cindera mata berupa alat komunikasi cerdas dari merek terkenal dengan
layar 7 inci sebelum menuju kamar masing-masing.
Pada hari kedua, peserta mendapat
materi tentang lebih dekat dengan KPK dan pengenalan tentang kegiatan komunitas
Saya Perempuan AntiKorupsi (SPAK) Bandung. SPAK mengenalkan dan melatih peserta
empat jenis papan permainan tentang antikorupsi. Selanjutnya SPAK memberikan
kepada semua peserta dua dari empat jenis permainan tersebut untuk dijadikan
bahan sosialisasi di sekolah masing-masing.
Pada sesi berikutnya, Ahmad
Fuadi, penulis buku terlaris “Negeri Lima Menara” tampil berbagi pengalaman.
Materi yang dibawakan adalah Pentingnya Menulis bagi Seseorang yang Mendidik
Anak Bangsa dan materi tentang Proses Menulis. Selanjutnya penulis buku “Dilan”,
Pidi Baiq dari The Panas Dalam Institute membawakan materi Menulis Cerita yang
Baik bagi Remaja. Berikutnya adalah penyajian materi tentang Kurikulum untuk
Kehidupan Berbasis Literasi yang dibawakan oleh Zulfikri Anas dari Kemendikbud.
Acara ditutup pada pukul 22.00 WIB setelah mengikuti sesi terakhir Pendampingan
dan Diskusi dengan para mentor. Gol A Gong, seorang penulis novel berjumlah 125
buah dan pendiri Rumah Dunia menjadi mentor kelompok cerpen dan essai. Iman
Soleh, seorang penyair hebat dan pendiri Celah-Celah Langit menjadi mentor
kelompok puisi dan drama. Sementara Beng Rahadian, seorang komikus handal
menjadi mentor kelompok komik.
Pada hari ketiga, peserta memulai
kegiatan dengan permainan antikorupsi yang dipimpin oleh tim KPK. Selanjutnya,
peserta mengikuti penyajian materi dan pembimbingan sesuai dengan kelompok
masing-masing di tempat berbeda. Pada sesi ini setiap mentor melakukan
pembimbingan khusus untuk melatih peserta menghasilkan karya terbaik yang akan
diserahkan kepada KPK. Sesi ini seharusnya berakhir pada pukul 22.00 WIB, namun
kenyataannya banyak peserta masih melanjutkan tugas hingga satu jam kemudian.
Pada hari keempat, kegiatan
kembali diawali dengan permainan antikorupsi dan olah tubuh yang dibimbing oleh
Iman Soleh. Kemudian peserta kembali mendapat pembimbingan dan revisi serta
umpan balik karya yang telah dihasilkan. Setiap karya dibahas dengan detail dan
dikoreksi untuk menyempurnakan hasil para peserta. Sesi ini seharusnya berakhir
15.30 WIB namun sejumlah peserta masih berjuang menyelesaikan naskahnya hingga hampir
pukul 20.00 WIB. Selanjutnya menjelang pukul 21.00 WIB, para peserta
diberangkatkan ke sanggar/garasi Celah-Celah Langit miliki Iman Soleh. Pada
acara tersebut, setiap kelompok tampil mempresentasikan karya terpilihnya di
hadapan publik/penonton. Selanjutnya para peserta dihibur oleh penampilan drama
karya WS Rendra oleh anak-anak binaan Celah-Celah Langit. Menjelang tengah
malam, para peserta kembali ke SanGria Resort & Spa.
Hari terakhir, kegiatan diawali
dengan out bond berupa fun games dari SanGria Team. Setiap
kelompok bersaing untuk menang dalam berbagai perlombaan unik, menarik, dan
menyenangkan. Selanjutnya acara penutupan dilakukan oleh pimpinan KPK lalu diikuti
dengan foto bersama dan pembagian sertifikat. Perjalanan dari Lembang menuju
Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dimulai seusai sholat Jum’at.
Pelajaran yang penulis peroleh
setelah mengikuti kegiatan tersebut antara lain adalah:
- Guru merupakan teladan bagi siswa, keluarga, dan masyarakat. Pembelajaran antikorupsi hendaknya dimulai dari rumah dan sekolah sedini mungkin dengan menumbuhkan karakter jujur, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, mandiri, sederhana, berani, adil, dan peduli.
- Pencegahan tindak pidana korupsi bukan tugas KPK semata namun juga menjadi tugas guru. Pengembangan literasi antikorupsi dapat dilakukan oleh guru melalui berbagai karya seperti cerpen, puisi, drama, essai, dan komik.
- Menulis bukanlah pekerjaan yang sulit bagi guru yang mau memulainya, maka mulailah menulis dari hal-hal kecil.
- Dengan menulis kita dapat mewujudkan apa yang dicita-citakan, maka tumbuhkanlah semangat untuk menulis.
- Kerjasama sangat dibutuhkan dalam berbagai kegiatan: Rakyat bersatu, tak bisa terkalahkan!
Mujahidin Agus
Guru geografi SMAN 3 Palopo
Monday, October 26, 2015
Saturday, September 26, 2015
Sekadar cari peluang BERBAGI
PEMBUATAN
GAMBAR BERGERAK (ANIMASI)
BERBASIS
APLIKASI POWERPOINT SEBAGAI MEDIA KREATIF DAN MENARIK DALAM PEMBELAJARAN
GEOGRAFI
A.
Latar
Belakang Topik Pembelajaran
Kemajuan serta
perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini sangat pesat. Semua
aspek kehidupan telah tersentuh dan hampir-hampir tak terpisahkan dengan TIK
sehingga setiap orang dituntut untuk
Thursday, September 24, 2015
BELAJAR LAGI! DO IT OURSELVES! Animation in PowerPoint
Pembuatan Media Presentasi Berbasis
PowerPoint dengan Optimalisasi Fasilitas Animasi dan Camtasia
Pembuatan media pembelajaran berbasis
PowerPoint dengan memanfaatkan fasilitas animasi dan Camtasia terlebih dahulu dilakukan
dengan memilih materi ajar yang dapat dibuatkan gambar bergeraknya (animasi). Oleh
karena
Saturday, May 9, 2015
Tulisan siswa tentang pengalaman pertama Praktik Lapang Geografi
“BERSAMA SENJA MENAPAKI TANAH ANDULAN”
Ketika jarum jam terpisah jauh, selatan
dan utara...
Pukul 06.00, dengan baju hijau muda
polos, rompi hitam dengan kancing di tengahnya, celana kain
berwarna warni, sneaker biru, beanie coklat, tak lupa sling bag coklat tempat
cemilan bersemayam.
Style yang akan membawaku mengukir
pengalaman baru
Sunday, December 14, 2014
TEACHING AID FOR PHYSICS & GEOSCIENCE LEARNING
THE
EFFECTIVENESS OF USING EXPERIMENTAL TOOL
“5 IN
1” MADE OF WASTE PLASTIC BOTTLES
IN
TEACHING ABOUT ATMOSPHERIC PHENOMENA
Mujahidin Agus
SMA Negeri 3 Palopo
Jln. Andi Djemma No. 52 Kota Palopo
Email: jidint.agus@gmail.com
ABSTRAK
Karya tulis ini memperkenalkan dan membahas satu
jenis alat percobaan sederhana yang terbuat dari botol plastik bekas hasil
rancangan penulis sendiri. Fenomena alam yang ditampilkan adalah elastisitas
udara, tekanan udara terbuka,
Sunday, October 12, 2014
Best three Presenter - SEAQIS: International Conference, Solo 2014
Tampil di depan orang HEBAT memang sangat sulit, membuat lidahku kelu dan keseleo (apalagi pake bahasa Inggris)..... tantangan yang mendebarkan... Selamat buat Bu Siti Omairah binti Omar (Singapore) sebagai First Winner dan Bpk Muhammad Hafizuddin bin Abdullah Tong (Brunei Darussalam) sebagai Second Winner. Salut buat mereka, HEBAT!.
Wednesday, June 4, 2014
Mari peduli
KESUNGGUHAN DALAM PENANGANAN PAUD
Pada dekade terakhir ini, perhatian dunia terhadap Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) semakin meningkat. Tidak kurang dari UNESCO sebagai badan resmi PBB menyatakan bahwa Early Childhood Education menjadi potensi utama dalam pembangunan sumber daya manusia. Bahkan Deklarasi Dakar, Sinegal pada tahun 2000 menempatkan
Pada dekade terakhir ini, perhatian dunia terhadap Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) semakin meningkat. Tidak kurang dari UNESCO sebagai badan resmi PBB menyatakan bahwa Early Childhood Education menjadi potensi utama dalam pembangunan sumber daya manusia. Bahkan Deklarasi Dakar, Sinegal pada tahun 2000 menempatkan
Monday, June 2, 2014
Barang bekas yang berharga
PEMANFAATAN BARANG BEKAS UNTUK PEMBUATAN ALAT PERAGA
Seorang guru berkewajiban melaksanakan pembelajaran kepada siswa. Sedapat mungkin ia harus melakukan yang terbaik dalam proses transfer of knowledge, sehingga siswa dapat mengerti substansi ilmu yang dipelajarinya. Proses tersebut dapat berlangsung dengan baik bilamana fasilitas yang dibutuhkan tersedia dengan cukup.
Seorang guru berkewajiban melaksanakan pembelajaran kepada siswa. Sedapat mungkin ia harus melakukan yang terbaik dalam proses transfer of knowledge, sehingga siswa dapat mengerti substansi ilmu yang dipelajarinya. Proses tersebut dapat berlangsung dengan baik bilamana fasilitas yang dibutuhkan tersedia dengan cukup.
Sunday, June 1, 2014
Rencana BUKU KERAJINAN TANGAN-koe untuk SMP-SMA
13. Pembuatan Lampu Meja
Lampu meja dapat berbentuk aneka ragam model. Bila dibuat dari bahan alami, hasilnya dapat berbentuk unik dengan keaslian sifat, warna, dan tekstur bahan yang dibuat. Selain itu, kreativitas dan inovasi pembuat sangat menentukan hasil akhir kerajinan tangan ini.
Adapun cara pembuatannya adalah:
Lampu meja dapat berbentuk aneka ragam model. Bila dibuat dari bahan alami, hasilnya dapat berbentuk unik dengan keaslian sifat, warna, dan tekstur bahan yang dibuat. Selain itu, kreativitas dan inovasi pembuat sangat menentukan hasil akhir kerajinan tangan ini.
Adapun cara pembuatannya adalah:
Saturday, May 31, 2014
Brave to share...
A Plain Teaching Aid to Demonstrate
How Can Heat Transfer Occurs in the Gas
and How Wind or Tornado is Generated
Mujahidin Agus
SMAN 01 Unggulan Kamanre
Jln. Trans Sulawesi Km. 329 Kab. Luwu Prov. Sulawesi Selatan, Indonesia
Jidint.agus@gmail.com
Abstract
The use of teaching aid in learning is very important, so that the teachers have to arrange and create what they need by their own efforts. Therefore, they can obtain their teaching aid in low price, perhaps may possibly be a new innovative one.
How Can Heat Transfer Occurs in the Gas
and How Wind or Tornado is Generated
Mujahidin Agus
SMAN 01 Unggulan Kamanre
Jln. Trans Sulawesi Km. 329 Kab. Luwu Prov. Sulawesi Selatan, Indonesia
Jidint.agus@gmail.com
Abstract
The use of teaching aid in learning is very important, so that the teachers have to arrange and create what they need by their own efforts. Therefore, they can obtain their teaching aid in low price, perhaps may possibly be a new innovative one.
Rencana ISI BUKU-koe
BAROMETER SEDERHANA
Adik-adik, anak Indonesia yang cerdas nan ceria.
Apakah kalian pernah belajar tentang tekanan udara? Pernahkah kalian membuktikan bahwa udara mempunyai tekanan? Pernah pulakah kalian mengamati bahwa tekanan udara yang panas berbeda dengan tekanan udara yang dingin?
Adik-adik, anak Indonesia yang cerdas nan ceria.
Apakah kalian pernah belajar tentang tekanan udara? Pernahkah kalian membuktikan bahwa udara mempunyai tekanan? Pernah pulakah kalian mengamati bahwa tekanan udara yang panas berbeda dengan tekanan udara yang dingin?
Wednesday, May 21, 2014
Berbagi ide.....
PEMBELAJARAN YANG KREATIF
MENUNTUT GURU KREATIF
Salah satu aspek penunjang keberhasilan proses pembelajaran adalah tersedianya media, alat peraga maupun alat bantu pembelajaran lainnya yang sesuai dengan materi yang disajikan. Namun sudah menjadi permasalahan umum yang dihadapi oleh para guru adalah terbatasnya sarana tersebut. Keterbatasan itu terjadi baik karena terbatasnya kemampuan sekolah untuk pengadaannya, maupun keterbatasan itu terletak pada guru.
MENUNTUT GURU KREATIF
Salah satu aspek penunjang keberhasilan proses pembelajaran adalah tersedianya media, alat peraga maupun alat bantu pembelajaran lainnya yang sesuai dengan materi yang disajikan. Namun sudah menjadi permasalahan umum yang dihadapi oleh para guru adalah terbatasnya sarana tersebut. Keterbatasan itu terjadi baik karena terbatasnya kemampuan sekolah untuk pengadaannya, maupun keterbatasan itu terletak pada guru.
Tuesday, May 20, 2014
Laporan Pengembangan Diri GURU
LAPORAN MENGIKUTI KEGIATAN TRAINING WORKSHOP ON INNOVATIVE TEACHING & LEARNING OF SCIENCE THROUGH INQUIRY-BASED SCIENCE EDUCATION (IBSE) FOR SCIENCE EDUCATORS FROM ASIA – PACIFIC REGION
Pelaksana:
Pelaksana:
Alat peraga sederhana, PEMENANG SEA-ITSF 2009
ALAT SEDERHANA UNTUK PERAGAAN PERPINDAHAN KALOR PADA GAS DAN PROSES TERJADINYA ANGIN PUTING BELIUNG
Mujahidin Agus*)
A. Latar Belakang
Penggunaan alat peraga atau media pembelajaran merupakan satu aspek penentu ketercapaian tujuan pembelajaran. Namun sudah menjadi masalah umum yang dihadapi guru adalah terbatasnya media atau alat peraga, sehingga pelaksanaan pembelajaran
Mujahidin Agus*)
A. Latar Belakang
Penggunaan alat peraga atau media pembelajaran merupakan satu aspek penentu ketercapaian tujuan pembelajaran. Namun sudah menjadi masalah umum yang dihadapi guru adalah terbatasnya media atau alat peraga, sehingga pelaksanaan pembelajaran
Label:
karya-koe
Karya Lawas-KOE
GERAKAN MASYARAKAT UNTUK PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Pendidikan pada saat anak masih usia dini (0 - 4 tahun) sejak lama sudah seharusnya menjadi pusat perhatian. Teladan dalam Islam telah mengisyaratkan hal itu, ketika umat manusia diperintahkan untuk menuntut ilmu sejak masa buaian hingga akhir hayat. Bahkan dinyatakan harus dimulai lebih awal lagi, yaitu sejak
Pendidikan pada saat anak masih usia dini (0 - 4 tahun) sejak lama sudah seharusnya menjadi pusat perhatian. Teladan dalam Islam telah mengisyaratkan hal itu, ketika umat manusia diperintahkan untuk menuntut ilmu sejak masa buaian hingga akhir hayat. Bahkan dinyatakan harus dimulai lebih awal lagi, yaitu sejak
Thursday, May 15, 2014
mari memulai, tak ada kata terlambat!
Fakum?????
Aku mengalaminya bertahun-tahun pada blog ini. Tapi bukan berarti aku tidak berbuat apa-apa (hehehe...), alasannya karena sibuk berbuat yang lain di ajang lain. Memang beberapa tahun terakhir aku jarang OL, bahkan 'tuk FB sekalipun.
Namun semalam, eh malam lalu praktis aku hanya tidur satu jam (kira-kira, karena waktu saya tertidur sudah tidak ingat kapan mulainya!), dari 04.30 - 05.30 (nyaris telat sholat subuh!!!). Lalu semalam, aku terbangun pukul 01.30 dan tidak tidur lagi hingga deretan huruf ini terketik.....
Aku galau... selalu menghayal.... hihihi.... bukan tentang siapa-siapa dan apa-apa. Aku, akhirnya, tersadar apa yang kuperbuat selama ini rasanya belum cukup, jauuuuuuuuuuuuuuuh dari cukup. Lalu kusadari lagi bahwa TAK ADA KATA TERLAMBAT untuk kembali berbuat yang lebih banyak dan lebih baik!
Aku ingin JUARA! lagi, PALING TIDAK mengalahkan diriku sendiri!!!
Sunday, February 22, 2009
Alam adalah karuniaNya, cintailah
Di lereng Pegunungan Latimojong, kurasakan kesejukan percik air yang mengalir deras tiada henti di sela bebatuan. Hijau dedaun
an menambah asri suasana. Halimun tipis menyapu pucuk puncak pohon hutan alami.
Aku meraup air dengan kedua telapakku. Segar wajahku terbasuh. Kuseruput air di ujung jemariku, tiada rasa puas. Dahaga kulepas dengan beberapa teguk lagi.
Akankah keindahan ini dapat kunikmati ribuan tahun lagi? Melalui mata, jemari, dan lidah anak cucu kita kelak? Semoga.
an menambah asri suasana. Halimun tipis menyapu pucuk puncak pohon hutan alami.Aku meraup air dengan kedua telapakku. Segar wajahku terbasuh. Kuseruput air di ujung jemariku, tiada rasa puas. Dahaga kulepas dengan beberapa teguk lagi.
Akankah keindahan ini dapat kunikmati ribuan tahun lagi? Melalui mata, jemari, dan lidah anak cucu kita kelak? Semoga.
Berkarya tiada henti dengan rasio
Manusia dikaruniai kesempurnaan fisik dan daya pikir melebihi makhluk lainnya di bumi ini. Kemampuan tersebut memungkinkan budaya manusia berkembang dari waktu ke waktu. Adalah karya yang tiada henti yang membuat manusia dapat memperbaiki kualitas hidupnya, merupakan keniscayaan yang ideal. Namun manusia juga diberi banyak kekurangan, terutama sifatnya yang labil oleh perubahan cita, rasa, dan jiwa. Kondisi mental manusia dapat menjadi bencana bagi dirinya, terlebih bila rasionya telah terkalahkan.
Apakah karya tiada henti kita akan diwarnai oleh kelabilan mental yang nyata-nyata sangat mudah memengaruhi tindakan rasional kita? Akankah sisi kehidupan kemanuasiaan kita akan kita hancurkan sendiri akibat pendewaan terhadap mental yang rusak?
Para koruptor, penjahat perang, penjahat kelas teri hingga kelas kakap, para anggota dewan yang mangkir dari sidang, para demonstran yang anarkis, dan lain-lain lebih banyak lagi, adalah gambaran nyata mental labil yang terkalahkan oleh rasio.
Kelabilan mental yang berdampak negatif pada dasarnya dapat diobati manakala rasio masih tersisa dalam otak dan ada kemauan kita untuk memanfaatkannya.
Mari merenung mencari titik kekuatan rasio sambil menelusuri lubuk hati yang bersih bening dan tersirami iman oleh Allah Swt.
Apakah karya tiada henti kita akan diwarnai oleh kelabilan mental yang nyata-nyata sangat mudah memengaruhi tindakan rasional kita? Akankah sisi kehidupan kemanuasiaan kita akan kita hancurkan sendiri akibat pendewaan terhadap mental yang rusak?
Para koruptor, penjahat perang, penjahat kelas teri hingga kelas kakap, para anggota dewan yang mangkir dari sidang, para demonstran yang anarkis, dan lain-lain lebih banyak lagi, adalah gambaran nyata mental labil yang terkalahkan oleh rasio.
Kelabilan mental yang berdampak negatif pada dasarnya dapat diobati manakala rasio masih tersisa dalam otak dan ada kemauan kita untuk memanfaatkannya.
Mari merenung mencari titik kekuatan rasio sambil menelusuri lubuk hati yang bersih bening dan tersirami iman oleh Allah Swt.
Subscribe to:
Posts (Atom)









